Monday, August 25, 2008

Ready,set,goo!

Evan lagi siap-siap nyanyi Peng Hu Wan nih.. Evan jadi punya hobi baru gara-gara Kung Kung Lie tiap hari nyanyi pagi sore. Hehe.. Kayak minum vitamin ya?
Pertamanya Evan nanya, kok Kung Kung sering banget nyanyi sih?
Setelah beberapa hari, jadi ikut kecanduan karaoke. Yang gawat, di mana ada panggung dan mic, jadi bawaannya mau ke panggung. Kadang maksa. Kalo nggak boleh, jadi monyong, marah.Duh, gimana ini?
Evan kalo pulang ke Semarang maunya nyanyi di Semawis. Mau pegang mic sendiri. Hihi.. Gaya amat ya.

Clay dan Bobo Hiang Hwa Nyanyi Bersama

Salah satu acara yang berkesan waktu liburan kemaren adalah karaoke bersama dua Kung Kung dan dua Bobo, juga Grady (sepupu Clay dan Evan)!
Asyik ya! Ntar liburan ke Semarang karaoke lagi ah!

Sunday, August 24, 2008

Uncle Hot Wheel!

Evan foto bersama salah satu dari dua Om favoritnya: Om Agust dan Om Meikel.
Di Surabaya, Om Meikel temenin Evan dan Clay main hotwheel juga main di sejenis timezone gitu (namanya lupa..) Dan seneng juga boleh mainin koleksi hotwheel Om Meikel. Hehe...
Thank you, Om. Kapan kita main lagi ya?

Brotherhood

Membesarkan dua anak laki-laki yang aktif, enerjik dan banyak bertanya kadang sangat menguras pikiran dan tenaga.
Apalagi kalo pas berantem, duhh...
Melihat mereka berantem, sedih banget, dan saya jadi tertantang gimana caranya supaya meminimalkan konflik persaudaraan ini. Hehe..
Terinspirasi dari satu keluarga yang tinggal di BSD, sang ayah mendidik mereka untuk punya family-bonds yang kuat dari kecil. Suatu ketika kami sekeluarga maen ke rumah mereka, dan ada kejadian yang membuat kakak-adik itu perang mulut. Ayahnya cuma panggil nama lengkap mereka (dengan nada yang tegas dan alis berkerut). Keduanya langsung datang, dan dua-duanya disuruh menghadap tembok,bersebelahan, tapi ada jarak sekitar 50cm. They didn't say a word. Quiet as a mouse. Udah. He didn't do anything else.
Dengan santainya sang ayah ngobrol lagi sama kita, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang terjadi. Saya bingung dan mengamati, model disiplin apalagi nih?
Beberapa menit kemudian, sang kakak mengulurkan tangannya ke sang adik. "Sorry..." Katanya pelan. Sang adikpun menyambut uluran tangan kakaknya dan menjawab,"Sorry..."
How nice! Dan mereka langsung maen bersama lagi.
Penasaran, saya tanya ke orang tuanya. Mereka jelaskan bahwa itu adalah family value mereka. sebagai ortu mereka mengajarkan untuk saling menyayangi,menolong dan menghormati anggota keluarga inti. Jika aturan itu dilanggar, maka hubungan rusak. Suasana di rumah menjadi tidak nyaman. Jadi, siapapun yang salah, dua-duanya kena disiplin. Siapa yang duluan minta maaf tidak penting. Yang penting jaga suasana rumah tetap nyaman dan penuh kasih. Menarik ya? Mereka jadi sangat menghargai orang lain. Dan bener-bener menjaga supaya hubungan tidak rusak...

Baby Socialization

Sociability means quality of being sociable.
Sociable means inclines to society; companionable; favorable to social intercourse.
Webster's New Dictionary and Thesaurus for school, home and office (1990)

Even a baby can socialize then. Just like Baby Evan can shop oranges, getting to talk and brave to interact with Bapak Penjual Jeruk in Semarang.
He was learning to listen to directions, count, use his fingers to practice grasping round objects, knowing that oranges can either green or yellow, etc. So many things learnt is just a simple captured moment. Please take a look. Then be more aware that at all times, a person can learn lots of stuff in just a very short period of time. Sometimes we just don't realize...
PS. The video is not very clear, but at least, it's original. I took it with Nokia 6230. Sorry.. :(


Field Trip with Grandparents


Liburan sekolah yang lalu kami sekeluarga pulang ke Semarang, kota kelahiran kami. Kami juga ke Ambawara, makan pecel 'gorok'. Pecelnya sih seperti umumnya pecel yang laen. Yang nggak umum adalah harganya. Hehe.. menggorok leher,kata anak2 kos... Tapi empalnya, uenaaak tenaaan...
Setelah itu kami ke Benteng Pendhem, penjara jaman dulu. Kata orang yang ada di situ sampe sekarang juga masih ada tahanan juga di sebagian bangunannya. Kami juga naik dokar (kereta yang ditarik kuda), makan nasi goreng ASIA, wah, pokoknya enak banget! Papa Wendra mau ke Ambarawa lagi libur Lebaran nanti. Hehe...
Kami juga pergi ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Pengennya sih naik KA nya, tapi karena musim liburan, jadi penuuuuuuh banget. Jadi cuma foto2 aja deh di gerbongnya yang udah dari tahun 1800an dibuat. Uda umur berapa ya itu?

Clay did it again!


Keputusan buat homeschooling sangat mengubah banyak hal. Saya jadi bener-bener melihat dan mengikuti perkembangan anak-anak. It's a real time blessing!
Saya bisa berdoa untuk kelemahan-kelemahan mereka. Saya bisa puji setiap hal baik yang mereka lakukan. It's an honor could see them growing up and learning everyday...
Tiap weekend menjadi jadwal saya untuk menyiapkan materi yang akan mereka pelajari minggu depan. Baca manual, siapin peralatan yang diperlukan... dan waktu bagi Clay dan Evan untuk main game!
Kemaren di tengah-tengah baca buku manual Clay, saya kok ngantuuuuk banget. Akhirnya, saya tertidur di lantai dengan buku yang masih setengah terbuka dan dengan pikiran yang setengah sadar, saya dengar Clay bertanya (sambil asyik main game gantian ama Evan):
Clay : Ma, kok Mama tidur sih?
Mama: Ngantuk, Clay. Mama bangun pagi2 tadi. Kemaren malem juga tidur malem banget...
Clay : (saya gak denger dia jawab apa)
Setelah jeda waktu yang agak lama (menurut saya sih, gak tau betul apa nggak.. lha wong, setengah tidur.. hehe..) ada suara pintu kamar ditutup agak keras, jadi saya terbangun.
Evan masih di depan komputer,asyik sendiri dan gak peduli saya masih tidur ato bangun.
Saya mendengarkan baik-baik. Ada suara pintu lemari dibuka tutup. Selang beberapa waktu, Clay masuk dan bilang...
Clay: Ma, aku dah beresin pakaian bersih ya. Dah tak taro ke dalam lemari. Tinggal dikit.
Waduh, saya terharu banget mendengarnya! Setelah saya lihat keranjang setrikanya, tinggal ada 4 atau 5 potong yang tersisa. Padahal tadi ada 2 keranjang penuh...
Dan setelah saya bilang terima kasih (banget!) sama dia, dengan santainya seperti biasa dia jawab:
"Ah, cuman gitu doang...."
Setiap hari saya melihat di semakin bertanggung jawab dan tau setting prioritas untuk lakukan yang mana duluan.
Setelah itu, Clay minta nonton VCD yang dibeliin Papa. "Facing the Giants". Kami udah pernah nonton, dipinjemin sama temen. It's a really wonderful movie!
Yang membuat terharu (lagi), after the movie was over, dia ambil kertas, pensil, lem,penghapus dan gunting. Sibuk sendiri dia. Terus tanya-tanya:
"Ma, spelling 'posibel' gimana sih? Yang dua s-nya atau l-nya?"
"Kalo nulis 'thinks' yang bukan 'berpikir' gimana sih?"
Saya jadi bingung ini anak nulis apa. Ternyata dia terkesan sekali dengan film tadi. Dia tulis gini: "With God, all things are possible." Dia gambar juga beberapa gambar. Setelah selesai saya tempel di depan pintu kamar dia, pakai blutack.

Clay, you are becoming a young man... Not just a little kid anymore. I'm so proud of you. I just pray that you are growing each day, and keep spreading God's love in all you do. I love you, Clay, you are becoming a remarkably young man!

Thursday, August 21, 2008

Celebrate 63rd Indonesia Independence Day!


Di perumahan tempat tinggal kami ada perayaan 17 Agustus, kami ikutan lomba. Biar tambah temen dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Lombanya asyik banget. Para satpam dan bagian taman juga ikutan. Hadiahnya banyak!

Clay daftar ikut balap karung, tapi karena gak tau jadwal maennya, akhirnya dia ikutan tarik tambang. Hehe... Yang penting ikut! Semangat banget dia.

Evan mau daftar makan kerupuk. Tapi setelah dijelaskan kalo kerupuk diiket tali dan tangan ga boleh megang kerupuk, dia mengurungkan niatnya. "Kalo gitu aku gak mau ah. Susah. Pasti kalah." Hehe.. Kalah sebelum berperang.

Urung ikut lomba makan kerupuk, dia mau ikut hias sepeda. Ya begitulah. Kita rame2 bertiga menghias sepeda dia dengan barang2 yang ada di rumah. Sama sekali tidak beli apapun.

Ada tongkat pel, kardus2 dan botol bekas, buku cerita yang dilaminating, huruf2 alfabet, bahkan ada taneman juga ikutan mejeng. Hehe..

Hasilnya? Evan juara satu. Horeeee!!!

Jurinya bilang gini: "Udah, yang ini aja, niat banget bikinnya.."

Mamanya jadi mikir: Lho, ini menang karena bagus ato karena kasian? Hehehe...

Evan dapet robot dan pancingan. Clay dapet mobil2an. Mamanya dapet temen baru. Adil 'kan?

Belajar art and craft,mengasah kreatifitas, sosialisasi, dan dapet hadiah...

Clay Siram Kebun


Clay juga ikut membantu pekerjaan rumah, salah satunya menyiram kebun.
Awalnya sih serius, tiap pohon disiram, lalu Evan datang bergabung. Katanya sih mau gantian siram kebun, biar Koko gak capek. Tapi hasilnya?
Ampun! Malah mandi berdua di kebun!
Lesson learnt: Jangan suruh siram kebun berduaan, kalo belum waktunya mandi :)

Evan Peres Jeruk


Evan suka membantu pekerjaan rumah. Sering sekali dia bertanya:"Ma, aku bisa bantu apa?"
Nah, setiap sore ada jadwal rutin untuk makan buah atau jus. Hari itu Evan lihat Mama cuci jeruk, langsung dia datang dan bilang:"Aku yang peresin ya?"
Asyik, Mama cuti siapin air jeruk hari ini... Dia peres buat Clay juga lho.

Saturday, August 16, 2008

First Field Trip and Water Play

Kami pindah rumah di sini sekitar 6 bulan yang lalu. Belum banyak temen di sini. Kemaren waktu saya harus kejar mobil SIM keliling di daerah Joglo, bingung juga anak-anak gimana. Akhirnya karena saya tidak tahu jalan, kami sewa mobil & yang sudah kenal baik untuk tunjukkin jalan ke sana.
Jadilah itu sebagai field trip kami yang pertama, ke mobil SIM keliling dan kantor pos kota Tangerang untuk ambil paket kurikulum yang kami pesan.
Ternyata sepanjang perjalananpun kami bisa bersosialisasi dengan Pak Darsono, sang pengemudi. Beliau berusia di atas 50th dan suka baca buku sejarah. Jadilah perjalanan kita selama pulang dan pergi menjadi a history class. Interesting!
Awalnya, Evan lihat hiasan mobil yang digantung di kaca spion mobil. Dia bilang itu gambarnya serem. Saya nanya ke Pak Darsono, itu gambar siapa. Maksudnya saya mau jelasin ke Evan, bahwa itu gambar salah satu tokoh wayang. Saya kira itu Bagong,ternyata Pak Darsono bilang itu Semar. Sang Bapak sambil ketawa langsung melepas gambar Semar yang menurut Evan serem itu dan memasukkannya ke dalam laci mobil. Dari situlah kami ngobrol ngalor ngidul dari para punakawan: Semar, Bagong, Petruk, Gareng sampai Ramayana, perang Bharatayuda yang dipakai sebagai alat penyebaran agama Islam. Saya baru tahu kalo para punakawan itu punya karakter jujur, makanya dipercaya jadi abdi istana. Bisa jadi salah satu topik untuk belajar sejarah nih.Wah, menarik sekali.
Beliau juga cerita kalo di Tangerang ada Taman Makam Pahlawan yang banyak orang ziarah waktu 17 Agustusan begini.
Saya jadi bertekad dalam hati, bahwa anak-anak harus tahu tentang sejarah Indonesia dan dunia, lewat real books,real people. Bukan text book yang melulu hafalan. Kalo mereka bisa meresapi makna kemerdekaan yang sebenarnya, otomatis akan makin cinta bangsa ini dan mau berkarya bagi negeri tercinta. Memang bener ya, we can learn at anytime,anywhere with anyone...

Kembali lagi ke masalah SIM, ternyata waktu datang ke sana, mereka hanya sediakan 100 formulir. Dan saya kehabisan. Jadi Friday harus balik lagi. Kali ini sudah tahu jalan jadi bisa ke sana sendiri dengan bantuan virtual map yang dipinjamkan temen saya. Deg2an juga sih. Tapi akhirnya nyampe.Meskipun pulangnya nyasar-nyasar.. Hehe..
Karena kebaikan hati temen saya(yang laen) yang mau ngejagain anak2 dari pagi sampe saya pulang,saya bisa pergi tanpa beban.
Belum lagi anak-anak diajak main air rumah Joel. Joel is a homeschooler yang ceria,lucu dan cerdas yang tinggal di seberang samping rumah kami. Evan seneng banget kalo Joel maen ke rumah. Clay suka banget sama dedeknya Joel,Chloe si Dedek Matic.Hehe.. Bingung? Baca penjelasannya di blog mereka:http://www.homeschool.chosenlight.com. Pertanyaan-pertanyaan Joel yang lucu dan menggelitik membuat kami sekeluarga cekikikan membacanya.
Thanks, Joel. Kamu udah ajakin Clay dan Evan waterplay di rumah...

Wednesday, August 13, 2008

A Conversation with Evan

Ada yang jealous nih waktu liat kakaknya ngobrol sama Mamanya dan dipublish di blog. Jadi sekarang, it's his turn to speak and I'm typing on his words... :)
Mama: Evan suka homeschool?
Evan: Hmhm. Suka homeschool karena kalo homeschool Mama marahnya bentar-bentar dan lebih sering ga marah.
Mama: Waduh, berarti kemaren-kemaren sebelum homeschool Mama marah terus ni, Van?
Evan: Tiap kali sekolah lebih sering marah.Tiap hari kalo pulang sekolah..
Mama: Kapan sih? (pura-pura ga tau biar bis korek info lebih banyak.. Hehe..malu juga nih, jadi ketauan sering marah-marah)
Evan: Jangan nanya terusss.. kalo pagi mau berangkat sekolah juga marah.
Mama: Kalo di homeschool belajar apa aja sih? (Senin lalu kami join belajar bersama sesama homeschoolers)
Evan: Internet-an, belajar pake CD-Rom, belajar bersama di rumah Josia. Meja Josia Spiderman, mejaku Batman, digabung jadi kuat.
Mama: Emang belajar apa di rumah Josia?
Evan: Tentang lampu yang pake listrik. Electricity.
Mama: Yang ngajar siapa?
Evan: Pertamanya Aa pimpin doa terus nyanyi. Terus Tante Tessa yang ngajar. Udah gitu doang.
Mama: Kangen ga sama temen-temen sekolah?
Evan: Kangen, tapi masih enak homeschool. Temen2 masih bisa ke rumahku. Apa aku yang ke rumah dia.
Mama: Siapa aja yang kamu kangenin?
Evan: Dion, Erick, Obed.
Begitulah percakapan antara saya dan Evan (4th). Itu jawaban yang jujur dan tanpa rekayasa. Malu nih, ternyata di mata anak-anak saya tukang marah-marah.. Huhu.. Sedih deh.. Semoga saya bisa improve becoming a better Mom for them..

Introduction Note


Realizing that time moves so fast, and every single minute counts... As parents with two boys,we want to raise them up the best all we can. We want to love,share, laugh, pray and spend more time together as a family. Our goals are becoming examples for our kids in their childhood, yet becoming their bestfriends when they will be grown-ups. Believing that learning together strengthens our relationships,we choose homeschooling Clay and Evan. We just want to share days of fun in preparing and doing homeschool with our kids!

Why Homeschooling?


Pertanyaan di atas selalu muncul setiap kali kami ditanya,"Sekolah di mana?" Dulu waktu masih sekolah di sekolah formal, kalo uda dijawab,"Di SD ini." Udah, beres. Paling berkomentar, "O, iya, itu sekolah bagus ya. Banyak yang juara olimpiade fisika kan?" Sekarang jadi agak bingung juga jelasinnya dengan simple gimana. Hehe...
Visi untuk homeschooling muncul kurang lebih 5 tahun yang lalu. Tetapi, selama kurun waktu itu, kami belum sepakat untuk apply homeschool pada anak-anak kami. Prinsip saya,selama exit permit dari suami belum keluar, ya tunggu aja. Mengomel dan memaksa juga tidak akan mendatangkan apapun yang baik 'kan? Tiap kali saya ditanyain oleh temen-temen yang sudah jalanin homeschool, saya cuma senyum-senyum aja dan jawab,"Ntar juga ikutan gabung.Tunggu aja..." Gak nyangka banget, gabungnya setelah 5 tahun! :)
Dalam tahun-tahun itu, yang saya lakukan adalah: Kumpulin data statistik dan fakta tentang homeschooling (legalitas di Indonesia, statistik pertambahan worldwide, benefit apa yang didapatkan di HS dan tidak diperoleh di sekolah tradisional,saya ke gramed dan ngeborong semua buku yang ada kaitannya dengan homeschool. baca artikel2 di internet. kalo ada waktu luang, saya bacain tuh yang udah di-stabilo-in ke suami) Mencoba tetap excited dengan materi kurnas yang diberikan di sekolah. Memberikan tambahan materi lewat real books (biografi, nonton www.youtube.com bareng). Memberikan pertanyaan yang mengasah critical thinking mereka kalo pas liat sesuatu yang bisa dijadikan bahan diskusi. "Kenapa kalo pesawat mau mendarat, bagian sayapnya keluarnya dikit2?" Kadang saya pun gak tau jawabannya. Kita cuma kira2 aja, terus cari tahu fakta dan data lewat buku atau internet. Asyik banget!
Ini percakapan saya dengan Clay, 8 th, waktu saya tanya kenapa kita pilih homeschooling.
Mama:Clay, kamu lebih suka homeschooling atau sekolah formal?
Clay: Lebih seneng homeschool karena Mama jadi nggak marah-marah.
Mama: Emang Mama sering marah? Kapan?
Clay: Sering marah kalo kerjaan sekolah nggak selesai.
Mama: Terus sekarang kenapa kalo kerja di rumah bisa beres semua? (Sementara ini kami masih memakai materi kurnas SD kelas 3 karena kurikulum yang saya order masih nyangkut di custom)
Clay: Karena kalo di sekolah formal materi banyak ditambahin sama gurunya. Nggak dijelasin langsung suruh buat. Kalo pada gak bisa dimarahin dan diancem2,"Bapak pukul kamu pake botol Bapak lho!"
Mama: Kalo di sekolah formal, kapan sih kamu punya waktu bersosialisasi? Maksudnya bisa ngobrol dan main sama temen-temen?
Clay: Nggak ada waktu karena kalo ketauan berisik di manapun dimarahin. Kalo istirahat selesai makan harus langsung baris.
Mama: Emang istirahatnya berapa menit?
Clay: Pokoknya istirahat cuma buat makan. Kalo mau main musti ngumpet dari guru. Kalo ketahuan dimarahin disuruh balik ke kelas.
Mama: Deg2an ya? Maen kok harus ngumpet.Waktu Mama kecil kok ada waktu bermain ya setelah makan.Jadi bisa punya banyak temen main.Bisa lompat tali,engklek,main kelereng, yang murid cowok bisa kejar-kejaran sampe ada yang dahinya dijahit gara-gara tabrakan di aula.Terus mainnya kapan kalo gitu?
Clay: Ya paling pulang sekolah kalo Mama jemput telat. Kalo Mama jemput on time ya nggak main.
Mama: Sekarang sosialisasi kamu gimana? Kangen ma temen2 sekolah ga?
Clay: Aku kan masih punya nomer telepon temen-temenku. Aku juga ikut Fastrack sama Bintang Basket Indonesia. Jadi aku punya temen-temen di sana.
Mama: Gimana rasanya udah 2 minggu homeschooling?
Clay: Aku jadi gak gampang marah. Sama adek jadi lebih sabar.
Mama: Kok bisa lebih sabar kenapa?
Clay: Karena nggak stres.
Mama: Emang selama ini kamu stres?
Clay: Aku kecapekan, jadi gampang marah.
Mama: Sekarang jadi baik banget lo kamu. Bisa bantuin Mama tanpa diminta untuk masukin baju bersih ke lemari baju. Bisa ajarin Evan membaca. Thanks ya, Clay.